Tampilkan postingan dengan label akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akuntansi. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 April 2013

Metode Belajar Akuntansi


Oleh Daljono
Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam melakukan kegiatan belajar.  Ada orang yang cukup dengan memperhatikan secara saksama ketika dijelaskan, mereka sudah langsung menguasai materi yang disajikan tanpa harus belajar lagi.  Ada pula mahasiswa yang belajar dengan cara membaca buku berkali-kali, namun tidak menguasai materi.  Ada juga yang dalam membaca buku harus mencoret dengan starbilo warna.  Sampai - sampai buku yang semula putih bersih menjadi  full color. Ada juga yang menggaris bawahi setiap kata penting yang ia temukan di textbook.  Seolah-olah ia tidak percaya kalau seluruh baris tulisan kalimat di buku itu sudah lurus.  Karena semua kalimat dalam buku yang dibaca adalah penting, maka dari awal sampai akhir buku menjadi bergaris.  Yang lebih heboh lagi, adalah….. jurus baca mantra.  Dengan jurus baca mantra ini mereka membaca catatan kecil secara berkali-kali.  Definisi – definisi, rumus –rumus, dsb akan dibaca (diucapkan) berkali –kali dimanapun, kapanpun, …. nah, persis orang baca mantra kan!.
Bagi siswa (mahasiswa) yang masih duduk di bangku sekolah (kuliah) mau tidak mau harus belajar.  Bahkan bagi siapapun yang ingin menambah ilmunya, menambah pengetahuannya, akan melakukan kegiatan belajar.  Belajar adalah kegiatan utama, kegiatan penting, (meski sebagian ada yang menganggap sebagai kegiatan sampingan).  Bagi siswa/mahasiswa, tentu secara lisan akan mengatakan bahwa belajar adalah kegiatan utamanya.  Tetapi kenyataannya ada diantara mereka yang mengatakan demikian itu, kegiatan belajarnya lebih banyak ketinggal dibanding dengan kegiatan lainnya.  Ya… tentu kegiatan lainnya lebih mengasyikkan dibanding dengan belajar.  Belajar satu jam serasa sudah belajar semalam suntuk, bermain selama 5 jam terasa baru lima menit saja.  Banyak pula mahasiswa yang menyibukkan diri ke dalam berbagai aktivitas demi untuk mendapatkan pengalaman, sampai-sampai lupa akan tugas belajarnya.  Bagi mahasiswa yang sambil kerja (apa kerja sambil kuliah?), mereka kesulitan untuk mengalokasikan waktu belajarnya.  Mereka takut pekerjaannya berantakan, akan tetapi takut pula jika nilai kuliahnya jelek. 
Harapan terbaik adalah, pekerjaan kantor beres tetapi nilai kuliah juga dapat A.  Semua aktivitas lancar dan dapat pengalaman banyak, tetapi juga nilai yang tercantum di KHS adalah A semua.  Memang menyenangkan jika semua mata kuliah dapat nilai A, serta materi kuliah dapat dikuasai secara sempurna, dan semua itu diperoleh dengan usaha belajar secara santai.  Nah, semua itu dapat Anda capai (berusaha) jika Anda menerapkan strategi belajar secara efektif dan efisien.
Di atas dikatakan bahwa setiap orang memiliki gaya cara belajar sendiri-sendiri.  Tetapi, metode belajar yang efektif dan efisien akan memiliki pola yang sama.  Metode belajar yang dibahas di sini adalah belajar khusus untuk Mata kuliah Akuntansi di tingkat dasar.  Karena tujuan mata kuliah tingkat dasar berbeda dengan mata kuliah tingkat akhir, maka cara belajarpun juga berbeda.  Pada tingkat dasar, seperti mata kuliah Pengantar Akuntansi, Akuntansi Biaya, Akuntansi Keuangan Menengah, Akuntansi Keuangan Lanjutan, dan Akuntansi Manajemen, mahasiswa dituntut selain memahami pengetahuan (materi kuliah) mahasiswa juga dituntut terampil melakukan penghitungan, pencatatan, atau bahkan melakukan pemecahan masalah.  Jadi pada mata kuliah tersebut, tahu saja tidak cukup.  Anda harus terampil melakukan/mengerjakan sesuatu.  Terampil, berarti Anda harus dapat mengerjakan pekerjaan secara cepat dan benar.  Karena tujuan yang seperti ini maka dalam ujian jarang ditemui soal yang menanyakan definisi, nama metode, ataupun menanyakan cara /prosedur sesuatu.  Kebanyakan soal ujian untuk mata kuliah tersebut adalah kasus.  Mahasiswa diminta melakukan penghitungan, pencatatan (proses akuntansi), pembuatan laporan, atau bahkan pembuatan keputusan.

Agar Anda berhasil dalam belajar Akuntansi, Anda harus punya strategi dalam belajar.  strategi tersebut meliputi: strategi ketika baca buku, strategi ketika sedang kuliah, strategi ketika menyelesaikan latihan.


Berikut ini TIP singkat untuk belajar Akuntansi


Strategi Baca Buku Akuntansi

1.  Baca buku secara saksama. 
Yakinkanlah diri Anda telah membaca dan memahami isi buku tersebut.  Membaca buku tidak perlu berulang-ulang, sekali saja cukup (asal paham).  Baca sekali dan langsung paham.
2.  Baca secara urut.
Dalam membaca buku akuntansi, Anda harus membaca secara urut dari bab paling depan, kemudian bab demi bab dibelakangnya (khususnya buku Akuntansi Dasar dan Akuntansi Biaya).  Jika Anda tidak paham isi bab 3, tentu akan jauh kesulitan untuk memahami bab 4.
3.  Jangan tergesa-gesa dalam membaca.
Pastikan bahwa Anda memahami isi materi yang Anda baca. Biar membaca secara lambat, asal Anda memahami isinya, itu jauh lebih baik daripada Anda membaca cepat tetapi tidak memahami isinya. 
4.  Beri tanda pada istilah atau kalimat yang menurut Anda paling penting. 
5.  Membaca bukan sekedar mengeja huruf ataupun angka.  Pahami makna setiap kalimat yang Anda baca.  Cari tahu asal usul angka hitungan.
6.  Hitung ulang angka2 yang ada pada buku itu. 
Telusuri asal usul angka itu.  Hal ini bukan berarti Anda tidak percaya pada buku itu, akan tetapi jika penelusuran Anda benar, berarti pemahaman Anda juga benar.
7.  Buat ringkasan
Agar Anda tidak perlu membaca bab itu berkali-kali, buatlah ringkasan.  Ringkasan singkat akan mengingatkan diri Anda pada isi secara keseluruhan.  Ringkasan tidak harus berupa kalimat singkat yang ditulis secara kecil-kecil, akan tetapi bisa berupa gambar.


Saat kuliah
1.  Pastikan Anda telah mengetahui topik yang akan dibahas dalam pertemuan kuliah.  Anda telah membaca materi yang akan dibahas dalam perkuliahan.  Jika Anda telah membaca materi tersebut, Anda akan lebih mudah mengikuti materi yang disampaikan dosen.
2.   Datang beberapa menit sebelum kuliah dimulai.  Dengan datang lebih awal, Anda akan jauh lebih tenang dan siap untuk mengikuti kuliah. 
3.   Pilih tempat duduk di depan.  Tempat duduk akan membantu dalam konsentrasi Anda.  Jika Anda pilih di belakang, biasanya akan banyak gangguan.  Umumnya mereka yang tidak siap mengikuti perkuliahan akan memilih duduk di belakang. 
4.   Matikan HP Anda.  Ingat “matikan” bukan silence atau quiet mode. HP tidak hanya mengganggu kanan kiri, kelas, tetapi pasti akan mengganggu diri Anda sendiri.
5.   Konsentrasikan pikiran Anda pada kuliah.  Buang jauh-jauh pikiran Anda yang sering melayang-layang kemana-mana.  Selama mengikuti perkuliahan, lupakan aktivitas yang Anda lakukan sebelum kuliah maupun rencana aktivitas setelah kuliah.
6.   Jangan sibuk mencatat
          Memahami materi itu jauh lebih penting dibandingkan dengan hanya memiliki catatan lengkap.  Catatan kuliah dapat Anda peroleh dari ringkasan baca buku, copy transparasi (slide PowerPoint), copy handouts, ataupun copy catatan punya teman.
7.   Ajukan pertanyaan
          Ikuti jalan pikir dosen.  Jika Anda tidak setuju atau Anda tidak paham apa yang disampaikan dosen, ajukan pertanyaan secara sopan.  Jika Anda punya pendapat lain, sampaikan secara jelas.  Jangan takut bertanya.  Umumnya mereka yang sudah belajar sebelum kuliah, mereka punya banyak pertanyaan.  Sedangkan mereka yang kuliah tanpa persiapan, mereka tidak punya pertanyaan.  Tidak bertanya bukan berarti sudah paham, bisa jadi memang tidak tahu apa yang harus ditanyakan.
8.   Jawab pertanyaan
         Sering dosen mengajukan pertanyaan dalam menjelaskan suatu materi.  Dosen sering mengajak diskusi bersama.  Jangan takut salah untuk menjawab pertanyaan tersebut.  Jawablah dengan serius.  Umumnya dosen tidak akan marah jika jawaban Anda salah, asal Anda tidak menjawab secara sembrono.
9.   Tunjukkan kemampuan Anda
         Kuliah Akuntansi, sudah pasti akan banyak PR.  PR kadang dibahas di kelas.  Atau kadang ada soal di kelas yang harus dikerjakan di kelas.  Dalam pembahasan soal tersebut sering dosen menyuruh maju mahasiswa baik secara sukarela maupun penunjukan.  Jangan takut salah, maju saja. (tentu tidak BoNek lho ya).  Dengan Anda mengerjakan di depan kelas, Anda akan merasa yakin bahwa Anda bisa mengerjakannya.  Jika pekerjaan Anda ternyata salah, Anda akan terkesan dan Anda tidak akan mengulangi kesalahan tersebut saat ujian nanti.
10.    Jangan tunda, segera lengkapi pemahaman Anda dengan membaca ulang materi yang sudah dibahas di kelas tadi, begitu kuliah selesai.

Latihan soal

Anda akan menjadi terampil mengerjakan pekerjaan akuntansi jika Anda sering melakukan latihan.  Jika Anda terampil, maka dalam mengerjakan soal ujian Anda akan dapat mengerjakan dalam waktu yang lebih singkat.
1.   Cobalah untuk setiap materi, Anda mengerjakan soal latihan.  Carilah soal latihan yang ada pada setiap bab pembahasan.  Jangan hanya mengerjakan soal jika ada tugas.
2.   Untuk latihan tahap awal, Anda bisa lihat soal jawab pada buku.  Cobalah terlebih dahulu mengerjakan soal tersebut dan jangan melihat jawabannya.  Jika Anda telah selesai mengerjakannya, cocokkan dengan jawaban yang ada.  Jangan langsung percaya bahwa jawabanmu salah.  Mungkin saja jawaban buku itu yang salah.  Diskusikan dengan teman.
3.   Kerjakan soal-soal yang memang tidak ada jawabannya.  Jika kesulitan, Anda bisa buka buku.  Jika tetap sulit, diskusikan dengan teman.
4.   Jika Anda telah yakin jawaban benar, cobalah kerjakan lagi soal tersebut.  Tetapi kali ini jangan buka buku dan hitung berapa menit yang Anda perlukan.
5.   Jika Anda mengerjakan tugas PR, jangan sekali-kali hanya copy-paste pekerjaan teman.  Dengan copy-paste Anda hanya menyelesaikan tugas, tetapi Anda tidak belajar.  Tujuan dosen memberi tugas adalah agar Anda belajar.
6.   Jika Anda terpaksa harus minta bantuan teman untuk mengerjakan PR, cobalah jangan asal copy-paste.  Tanyalah mengapa jawabannya demikian. Tanyalah asal usul angka jawabannya.  Jika Anda yang ditanya, jawablah sejelas mungkin.  Dengan menjawab pertanyaan teman, ilmu Anda tidak akan hilang, justru malah semakin memperbaiki pemahaman Anda.

Itu tadi baru sekedar tip untuk belajar secara singkat.  Agar kuliah Anda dapat sukses, tentu masih banyak strategi yang harus Anda persiapkan.  Seperti halnya dengan strategi mengerjakan ujian, dll.  Begitu juga agar Anda bisa membaca secara nyaman, Anda harus punya buku sendiri.  Jika Anda punya buku sendiri, maka Anda akan bebas mencoret, menandai, ataupun menggambari.  Jangan mencoret-coret buku perpustakaan.


Jika Anda punya strategi belajar yang lain, ayo komentar di sini agar teman yang lain mengetahuinya.

Artikel ini juga dapat anda baca di http://daljono.multiply.com

Selasa, 30 Oktober 2012

Jurnal Penutup dan Neraca Saldo Setelah Penutupan



Pernahkah Anda mengenal jurnal penutup?, dan bagaimana pula dengan Neraca Saldo setelah penutupan? Baik, mari kita pelajari satu persatu.
1. Jurnal Penutup

Akun pendapatan dan beban merupakan akun nominal atau akun sementara yang dibuka untuk menghitung laba/rugi perusahaan selama satu periode. Akhirnya saldo laba/rugi dipindahkan (ditutup) ke akun modal,

Rabu, 06 Juni 2012

SOAL PRA FINAL AKUNTANSI PEMERIKSAAN


BANK SOAL PEMERIKSAAN AKUNTANSI  1


I. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat  !

1.            Berikut adalah kriteria yang digunakan oleh Akuntan Publik dalam melakukan Pemeriksaan Akuntansi :
A.           Standar Akuntansi Keuangan
B.           Standar Profesional Akuntan Publik
C.           Peraturan-peraturan yang ditetapkan Pemerintah
D.           Anggaran atau ukuran prestasi yang ditetapkan perusahaan

Jawaban :  A
Bobot : 1

2.            Dibawah ini adalah tipe akuntan , kecuali :
A.           Pemeriksaan Pemerintah
B.           Pemeriksaan Akuntan Publik
C.           Pemeriksaan Intern
D.           Pemeriksaan Junior

Jawaban : D
Bobot : 1

3.            Obyek pemeriksaan akuntan publik dalam penugasan untuk tujuan umum adalah :
A.           Struktur pengendalian Intern yang berlaku dalam perusahaan klien
B.           Catatan akuntansi klien
C.           Laporan keuangan klien
D.           Neraca yang dihasilkan oleh catatan akuntansi klien

Jawaban : C
Bobot : 2

4.            Standar Umum yang pertama berisi :

A.           Standar yang mengatur persyaratan pendidikan Akuntan
B.           Pedoman bagi akuntan dalam melaksanakan pemeriksaannya
C.           Standar yang mengatur Independensi Akuntan
D.           Standar yang mengatur penyusunan laporan Akuntan

Jawaban : A
Bobot : 1

5.            Berikut ini adalah berbagai tipe pendapat akuntan :
A.           Pendapat Wajar (Unqualified Opinion)
B.           Pendapat Tidak Wajar
C.           Pendapat Wajar dengan Syarat
D.           Jawaban a, b dan c betul

Jawaban : D
Bobot : 1

6.            Dasar pemikiran yang melandasi penyusunan kode etik bagi setiap profesi adalah :
A.           Untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah
B.           Menuruti prinsip akuntansi yang lazim (Standar Akuntansi Keuangan)
C.           Menuruti Standar Profesional Akuntan Publik
D.           Kebutuhan akan kepercayaan masyarakat atas mutu jasa profesi

Jawaban : D

Bobot : 2

7.            Kode etik yang dikeluarkan oleh IAI berlaku bagi :
A.           Akuntan publik saja
B.           Akuntan yang menjadi anggota IAI
C.           Akuntan publik, akuntan pemerintah, dan akuntan intern
D.           Akuntan publik dan akuntan intern

Jawaban : B
Bobot : 1

8.            Seorang akuntan publik mengumumkan pembukaan kantor akuntannya dengan memasang iklan sederhana di surat kabar lokal. Ditinjau dari kode etik akuntan indonesia, tindakan akuntan publik ini
A.           Melanggar kode etik akuntan indonesia pasal 23
B.           Melanggar kode etik akuntan indonesia pasal 24
C.           Melanggar kode etik akuntan indonesia pasal 25
D.           Tidak melanggar kode etik akuntan Indonesia

Jawaban : A
Bobot : 3

9.            Dalam memperoleh klien, seorang akuntan publik memberikan imbalan jasa kepada siapa saja yang membawa klien baru ke kantornya sebesar      10 % dari jumlah fee yang diperoleh kantor akuntan publik tersebut. Tindakan kantor akuntan publik ini :
A.           Melanggar kode etik akuntan indonesia pasal 23
B.           Melanggar kode etik akuntan indonesia pasal 24
C.           Melanggar kode etik akuntan indonesia pasal 25
D.           Tidak melanggar kode etik akuntan indonesia

Jawaban : B
Bobot : 3

10.         Standar Pelaksanaan Pemeriksaan yang mewajibkan akuntan untuk memperoleh pemahaman terhadap Struktur Pengendalian Intern adalah :
A.           Standar Pelaksanaan Pemeriksaan yang pertama
B.           Standar Pelaksanaan Pemeriksaan yang ketiga
C.           Standar Pelaksanaan Pemeriksaan yang kedua
D.           Standar Pelaksanaan Pemeriksaan yang keempat

Jawaban : C
Bobot : 2

11.         Kantor Akuntan Publik Zaki & Rekan melakukan pemeriksaan pada PT “ABC”.Saham PT “ABC” 30% (mayoritas) adalah milik Hendi. Apabila Kantor Akuntan Publik Hendi & Rekan tetap melakukan penugasan pemeriksaan untuk PT “ABC” maka Kantor Akuntan Publik Zaki & Rekan melanggar :
A.           Kode Etik Akuntan pasal 13
B.           Standar Auditing pada Standar Umum yang ke dua
C.           Kode Etik Akuntan pasal 12
D.           Jawaban a dan b benar

Jawaban : D
Bobot : 3

12.         Bukti dokumenter yang paling dapat dipercaya adalah :
A.           pengamatan fisik persediaan oleh auditor
B.           perhitungan yang dilakukan oleh auditor
C.           konfirmasi yang diperoleh dari pihak luar
D.           dokumen intern klien

Jawaban : C
Bobot : 2

13.         Tidak termasuk bukti pemeriksaan adalah :
A.           Internal control
B.           Hasil wawancara
C.           Buku besar dan jurnal
D.           Laporan keuangan

Jawaban : D
Bobot : 3

14.         Kode Etik akuntan yang mengatur kecakapan profesional adalah :
A.           Kode Etik Akuntan pasal 15, 16, 17 dan 18
B.           Kode Etik Akuntan pasal 15, 16, 17  saja
C.           Kode Etik Akuntan pasal 12, 13, 14 dan  15
D.           Kode Etik Akuntan pasal 12, 13, 14  saja

Jawaban : A
Bobot : 2

15.         Standar Pelaksanaan Pemeriksaan yang mewajibkan akuntan untuk memperoleh bukti pemeriksaan yang kompeten dan cuku p adalah :
A.           Standar Pelaksanaan Pemeriksaan yang pertama
B.           Standar Pelaksanaan Pemeriksaan yang ketiga
C.           Standar Pelaksanaan Pemeriksaan yang kedua
D.           Standar Pelaksanaan Pemeriksaan yang keempat

Jawaban : B
Bobot : 2

16.         Kode Etik akuntan merupakan prinsip moral yang mengatur :
A.           Hubungan antara akuntan dengan klien
B.           Hubungan antara akuntan dengan rekan seprofesi/akuntan
C.           Hubungan antara akuntan dengan masyarakat umumnya
D.           Jawaban a, b dan c benar

Jawaban : D
Bobot : 3

17.         Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi keandalan bukti pemeriksaan, kecuali :
A.           Tipe bukti
B.           sumber bukti
C.           cara untuk memperoleh bukti
D.           Pengendalian intern

Jawaban : C
Bobot : 2

18.         Faktur pembelian termasuk golongan bukti dokumenter yang :
A.           Dibuat oleh pihak luar yang bebas dan dikirimkan langsung kepada akuntan publik
B.           Dibuat oleh pihak luar yang bebas dan disimpan dalam arsip klien
C.           Dibuat oleh kantor akuntan publik
D.           Dibuat dan disimpan oleh klien   

Jawaban : B
Bobot : 3

19.         Dalam melaksanakan prosedur pemeriksaan “pengusutan (tracing)” akuntan akan :
A.           Melakukan penghitungan kembali terhadap perhitungan yang dilakukan oleh klien
B.           Mengumpulkan bukti fisik
C.           Melakukan analytical review
D.           Mengumpulkan bukti dokumenter.

Jawaban : D
Bobot : 3

20.         Pemeriksaan yang independen paling tepat diartikan sebagai :
A.           Suatu disiplin ilmu yang menilai hasil dari penyelenggarakan akuntansi dan lain-lain pelaksanaan kerja fungsional serta pengolahan data
B.           Suatu cabang dari ilmu akuntansi
C.           Suatu peraturan yang mencegah dikeluarkannya informasi keuangan yang tidak benar
D.           Kegiatan profesional yang mengukur dan menyampaikan data keuangan dan usaha
Jawaban : D
Bobot : 3

21.         Berikut ini adalah tujuan akuntan melakukan pengujian terhadap catatan akuntansi, kecuali :
A.           Mengumpulkan bukti bahwa transaksi telah dianalisa dan dicatat
B.           Mengumpulkan bukti tentang ketelitian perhitungan dalam catatan
C.           Menilai sistem pengendalian intern
D.           Bukti bahwa peringkasan rekening dan pembuatan laporan dilakukan dengan benar dan sesuai dengan prinsip akuntansi

Jawaban : C
Bobot : 3

22.         Kompetensi dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut , kecuali :
A.           Relevansi
B.           Sumber bukti
C.           Jumlah bukti
D.           Ketepatan Waktu

Jawaban : C
Bobot :  1

23.         Bukti pemeriksaan dipandang cukup apabila :
A.           Kompeten
B.           Relevan, Obyektif dan bebas dari bias
C.           Dipilih melalui random sample
D.           Telah memenuhi untuk dijadikan sebagai dasar dalam memberikan pendapat atas laporan keuangan yang diperiksa

Jawaban : D
Bobot : 2

24.         Tugas utama seorang auditor independen dalam pemeriksaan akuntan adalah :
A.           Membantu perusahaan menyusun laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
B.           Menilai kewajaran laporan keuangan yang disajikan klien atas dasar prinsip akuntansi yang berlaku
C.           Melakukan pemeriksaan secara sistematis atas aktivitas operasional perusahaan
D.           Memeriksa laporan keuangan untuk menemukan kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh manajemen klien

Jawaban : B
Bobot : 2

25.         Bila akuntan memberikan pendapat wajar tanpa syarat, pembaca laporan keuangan mengasumsikan :
A.           Akuntan tidak menemukan ketidakberesan
B.           Perusahaan baik dalam masalah keuangan
C.           Laporan Keuangan betul
D.           Struktur Pengendalian Intern baik

Jawaban : A
Bobot : 3

26.         Tanggung jawab utama terhadap kecukupan pernyataan dalam laporan keuangan dan catatan yang berkaitan dengan laporan keuangan tersebut adalah pada :
A.           Manajemen perusahaan
B.           Akuntan Publik
C.           Pemeriksa lapangan
D.           Bursa saham

Jawaban : A
Bobot :  1

27.         Laporan pemeriksaan akuntan diberi tanggal sesuai dengan :
A.           Tanggal tutup buku klien
B.           Tanggal laporan dibuat dan dikirim
C.           Tanggal diterimanya penugasan dari klien
D.           Tanggal pelaksanaan pemeriksaan lapangan selesai

Jawaban : D
Bobot : 2

28.         Arti kata wajar (fairly present) dalam alinea pendapat laporan bentuk pendek yang berisi pendapat wajar tanpa syarat adalah :
A.           Bebas dari keragu-raguan dan ketidakjujuran serta lengkap informasinya
B.           Bebas dari keragu-raguan dan ketidakjujuran.
C.           Lengkap informasinya
D.           Angka angka yang disajikan oleh manajemen dalam laporan keuangan adalah benar.

Jawaban :
Bobot :

29.         Berikut ini adalah keadaan-keadaan yang menyebabkan akuntan publik tidak dapat memberikan pendapat wajar tanpa tanpa syarat, kecuali :
A.           Prinsip akuntansi yang lazim diterapkan secara konsisten dengan tahun sebelumnya
B.           Akuntan publik tidak bebas dalam hubungannya dnegan kliennya
C.           Terdapat ketidakpastian yang luar biasa sifatnya, yang mempunyai dampak material terhadap laporan keuangan yang diperiksanya.
D.           Akuntan publik tidak dapat melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan norma pemeriksaan akuntan

Jawaban :
Bobot :

30.         Jika setelah melaksanakan pemeriksaan seoran akuntan mengetahui bahwa laporan keuangan kliennya tidak wajar, maka ia akan memberika :
A.           No Opinion
B.           Disclaimer of Opinion
C.           Adverse Opinion
D.           Qualified Opinion

Jawaban :
Bobot :

31.         Dalam arti luas, pemeriksaan akuntan (auditing) :
A.           Menjadikan laporan keuangan sebagai obyek pemeriksaannya.
B.           Dilakukan oleh akuntan publik
C.           Merupakan pemeriksaan secara obyektif terhadap kegiatan dan kejadian ekonomi.
D.           Dilakukan oleh akuntan intern.

Jawaban :
Bobot :

32.         Yang dimaksud dengan independen menurut Standar Auditing adalah :
A.           Akuntan mempunyai tanggung jawab kepada pihak ketiga
B.           Akuntan harus selalu kritis dalam menjalankan pemeriksaan
C.           Akuntan boleh mempunyai kepentingan keuangan atas perusahaan klien sepanjang tidak material.
D.           Dalam hubungannya dengan klien, akuntan tidak boleh memihak.

Jawaban :
Bobot :

33.         Pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan publik adalah sangat penting bagi pembaca laporan keuangan, karena pemeriksaan akuntan tersebut :
A.           Menentukan kepemimpinan manajemen perusahaan yang diperiksa di masa mendatang.
B.           Mengukur dan mengkomunikasikan data keuangan perusahaan yang tercantum dalam laporan keuangan.
C.           Melaporkan ketelitian semua informasi dalam laporan keuangan.
D.           Menjamin kebenaran laporan keuangan yang dibuat oleh manajemen.

Jawaban :
Bobot :

34.         Dibawah ini adalah termasuk tipe bukti pemeriksaan , kecuali :
A.           Bukti fisik
B.           Dokumenter
C.           Penelaahan analitik
D.           Bukti lisan

Jawaban :
Bobot :

35.         Dibawah ini termasuk contoh akuntan yang tidak memiliki Independensi dalam penampilan yaitu :
A.           Seorang  akuntan yang tidak menguasai pengetahuan komputer akuntansi melakukan pemeriksaan pada perusahaan yang sistem akuntansinya menggunakan komputer.
B.           Seorang akuntan yang melakukan pemeriksaan laporan keuangan pada perusahaan yang dipimpin ayahnya .
C.           Seorang akuntan yang tidak mempunyai sifat jujur dalam dirinya.
D.           Jawaban b dan c benar.

Jawaban :
Bobot :

36.         Dibawah ini termasuk contoh akuntan yang tidak memiliki Independensi dalam kenyataan yaitu :
A.           Seorang akuntan yang tidak mempunyai sifat jujur dalam dirinya.
B.           Seorang  akuntan yang tidak menguasai pengetahuan komputer akuntansi melakukan pemeriksaan pada perusahaan yang sistem akuntansinya menggunakan komputer.
C.           Seorang akuntan yang melakukan pemeriksaan laporan keuangan pada perusahaan yang dipimpin ayahnya .
D.           Jawaban a dan c benar.

Jawaban :
Bobot :

37.         Alasan utama bagi auditor untuk mengumpulkan bahan bukti audit adalah untuk :
A.           Mendeteksi usaha penipuan
B.           Mengevaluasi manajemen
C.           Menetapkan resiko pengendalian
D.           Membuat pendapat mengenai laporan keuangan.

Jawaban :
Bobot :

38.         Penelaahan secara cepat terhadap dokumen-dokumen , catatan-catatan dan daftar-daftar dengan tujuan untuk menemukan kemungkinan adanya hal-hal yang luar biasa disebut :
A.           Vouching
B.           Analisis
C.           Testing
D.           Scaning

Jawaban :
Bobot :

39.   Dibawah ini adalah bagian-bagian yang terdapat dalam laporan audit , kecuali :
A.     Pernyataan pendapat auditor
B.     Paragraf pendahuluan
C.     Tanggal saat dimulainya audit
D.     Alamat yang memberi penugasan

Jawaban :
Bobot :

40.   Dalam Standar Auditing pada Standar Umum, mengandung persyaratan bahwa :
A.     Pelaksanaan Kerja Lapangan harus direncanakan dan diawasi dengan baik.
B.     Lampiran penjelasan pada laporan keuangan harus cukup lengkap.
C.     Laporan Auditor menyatakan apakah Laporan keuangan yang bersangkutan sesuai dangan prinsip akuntansi yang berlaku.
D.     Auditor harus melaksanakan tugasnya dengan penuh kesungguhan dan kecermatan, dan harus menggunakan kemahiran profesional.

Jawaban :
Bobot :

41.   Dari Pernyataan dibawah ini mana yang paling tepat menggambarkan apa yang dimaksud Standar Pemeriksaan akuntan ?:
A.     Pekerjaan yang akan dilakukan oleh auditor
B.     Ukuran mutu pekerjaan auditor
C.     Prosedur yang akan digunakan untuk menyimpulkan bukti-bukti pendukung laporan keuangan.
D.     Tujuan audit secara umum telah ditentukan pada waktu pemrograman audit.

Jawaban :
Bobot :

42.   Dalam hubungannya dengan pendapat auditor, apabila laporan keuangan disajikan tidak secara konsisten, maka auditor dapat memberikan pendapat :
A.     Wajar tanpa syarat
B.     Tidak wajar
C.     Wajar dengan syarat
Tidak memberikan pendapat

Jawaban :
Bobot :

43.   Berikut ini adalah bagian dari Laporan audit, kecuali :
A.     Judul Audit
B.     Paragraf Pendahuluan
C.     Paragraf Pendapat
D.     Nama Auditor

Jawaban :
Bobot :

44.   Dalam paragraf ruang lingkup, auditor menyatakan bahwa :
A.     Periode-periode laporan keuangan yang diperiksa
B.     Pernyataan tentang laporan-laporan yang diperiksa
C.     Pernyataan faktual tentang apa yang dilakukan oleh auditor
D.     Pernyataan tentang pendapat auditor

Jawaban :
Bobot :

45.   Berikut ini pernyataan yang benar mengenai independesi dalam kenyataan, kecuali :
A.     Kejujuran dalam diri akuntan publik.
B.     Kejujuran dalam melakukan pemeriksaan
C.     Penilaian orang lain terhadap akuntan publik
D.     Keahlian akuntan publik

Jawaban :
Bobot :

46.   Apabila seorang akuntan publik memeriksa perusahaan milik saudaranya, maka akuntan publik dapat  memenuhi semua aspek independensi, kecuali :
A.     Independensi in fact
B.     independensi dalam kenyataan
C.     independensi menurut keahlian
D.     independence in apperance

Jawaban :
Bobot :

47.   Berikut ini adalah pasal-pasal yang memuat kecakapan profesional, kecuali ;
A.     Pasal 14
B.     Pasal 15
C.     Pasal 16
D.     Pasal 17

Jawaban :
Bobot :

48.   Kode etik yang mengatur tanggung jawab auditor terhadap rekan seprofesi. Bab tersebut termuat dalam :
A.     Pasal 20 dan 21
B.     Pasal 21 dan 22
C.     Pasal 22 dan 23
D.     Pasal 23 dan 24

Jawaban :
Bobot :

49.   Pasal 19 dari kode etik akuntan indonesia mengatur mengenai:
A.     Independensi Auditor
B.     Kerahasiaan informasi
C.     Kecakapan profesional
D.     Pengaturan Honorarium

Jawaban :
Bobot :

50.   Berikut ini pernyataan yang benar mangenai konsep “Prudent Man” adalah, kecuali ;
A.     Auditor bertanggung jawab pada pihak ketiga
B.     Auditor bertanggung jawab pada klien
C.     Auditor bertanggung jawab pada laporan keuangan
D.     Auditor bertanggung jawab pada pemeriksaan laporan keuangan

Jawaban :
Bobot :

51.   Yang menjadi tanggal dari pendapat akuntan publik atas laporan keuangan kliennya harus tanggal dari :
A.     Penutupan pembukuan klien
B.     Penerimaan surat penunjukkan dari klien
C.     Penyelesaian semua prosedur auditing yang penting
D.     Penyerahan laporan kepada klien

Jawaban :
Bobot :

52.   Berikut ini pernyataan yang sesuai dengan Kode Etik Akuntan Indonesia, kecuali :
A.     Akuntan publik tidak boleh mengiklankan atau membiarkan orang lain mengiklankan nama atau jasa yang dijualnya.
B.     Akuntan publik menerima jasa atas pekerjaannya
C.     Akuntan publik diperbolehkan menawarkan jasanya secara tertulis pada kliennya.
D.     Akuntan publik tidak diperbolehkan menerima pekerjaan apabila tidak mampu.

53.   Laporan Keuangan tidak dapat diberikan pendapat wajar tanpa syarat, bila :
A.     Luas pemeriksaan dibatasi oleh klien
B.     Akuntan publik tidak dapat memperoleh informasi penting karena kondisi diluar kekuasaan klien.
C.     Prinsip akuntansi yang lazim tidak digunakan dalam menyusun laporan keuangan
D.     Akuntan mempunyai hubungan yang bebas dengan klien




54.   Organisasi yang  menyusun masalah mengenai etika  akuntan di Indonesia adalah Ikatan akuntan Indonesia, yang pertama kali ditetapkan pada :
A.     Tahun 1973
B.     Tahun 1975
C.     Tahun 1983
D.     Tahun 1986

55.  Tujuan pemeriksaan Laporan Keuangan oleh Akuntan Publik adalah untuk :
A.     Menilai kewajaran laporan kekuangan yang dibuat oleh manajemen.
B.     Menilai ketaatan penerapan kebijakan yang terdapat dalam perusahaan.
C.    Menilai efisiensi dari kegiatan operasional perusahaan dalam satu periode.
D.    Menilai Struktur pengendalian Intern perusahaan.

56.  Pemeriksaan dengan tujuan untuk menilai efisiensi dari kegiatan operasional perusahaan dilakukan oleh :
A.     Akuntan Publik
B.     Akuntan Ekstern
C.    Akuntan Intern
D.    Akuntan Pemerintah

57.  Dalam melaksanakan pemeriksaan Akuntan diharuskan mematuhi Standar Auditing yaitu yang dibuat oleh :
A.     Departemen Keuangan
B.     Ikatan Akuntan Indonesia
C.    Ikatan Kantor Akuntan Publik
D.    Dewan Kehormatan

58.  Dalam Standar auditing yang mengatur mengenai keharusan akuntan menilai terlebih dahulu terhadap struktur pengendalian intern klien dalam pemeriksaan adalah :
A.     Standar Umum yang pertama
B.     Standar Umum yang kedua
C.    Standar pelaksanaan pemeriksaan yang pertama
D.    Standar pelaksanaan pemeriksaan yang kedua

59.  Standar auditing yang mengatur mengenai seorang Akuntan harus memiliki sikap mental independen  adalah pada :
A.     Standar Umum yang pertama
B.     Standar Umum yang kedua
C.    Standar pelaksanaan pemeriksaan yang pertama
D.    Standar pelaksanaan pemeriksaan yang kedua                                  






II.Untuk soal No. 50 s/d 100 Pilihlah :
A.  Jika jawaban 1, 2, dan 3 betul.
B.  Jika jawaban 1 dan 3 betul.
C.  Jika jawaban 2 dan 4 betul.
D.   Jika jawaban 1, 2, 3 dan 4 betul. (Jika jawaban 4 betul)


101. Ditinjau dari jenis pemeriksaan, maka audit dapat dibedakan menjadi :
1.  General Audit ( Pemeriksaan Umum)
2.  Operational Audit (Manajemen audit)
3.  Special Audit ( Pemeriksaan Khusus)
4.  Compliance Audit ( pemeriksaan ketaatan)

102. Dibawah ini termasuk Standar Perkerjaan Lapangan :
1.  Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yan memiliki keahli-an dan pelatihan teknis cukup sebagai auditor.
2.  Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.
3.  Dalam Pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.
4.  Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan.

103. Proses pemeriksaan laporan keuangan diantaranya adalah :
1.  Memperoleh dan mengevaluasi bukti
2.  Menentukan kesesuaian laporan keuangan dengan Prinsip yang lazim (Standar Akuntansi Keuangan)
3.  Membuat laporan pemerikasaan
4.  Memempelajari dan mengevaluasi SPI

104. Pengujian subtantive atas transaksi dan saldo, dirancang untuk membuktikan :
 1.  Tidak adanya penggelapan
       2. Validitas perlakuan
3.  Internal Control yang cukup
4.  Keabsahan perlakuan akuntansi.

105. Kompetensi bukti dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut :
1.  Relevansi
2.  Sumber bukti
3.  Waktu
4.  Jumlah bukti

106. Dalam pemeriksaan auditor dapat memperoleh bukti fisik dengan melakukan prosedur pemeriksaan :
1.  Inspeksi
2.  Penghitungan0
3.  Observasi
4.  Pengusutan

107. Berikut ini adalah tujuan auditor melakukan pengujian terhadap catatan  akuntansi :
1.  Mengumpulkan bukti bahwa peringkasan rekening dan pembuatan laporan dilakukan dengan benar dan sesuai dengan prinsip akuntansi.
2.  Mengumpulkan bukti tentang ketelitian perhitungan dalam catatan
3.  Mengumpulkan bukti tentang kepemilikan dari rekening yang dicatat
4.  Mengumpulkan bukti tentang keandalan struktur pengendalian intern.

108. Keadaan-keadaan yang menyebabkan independensi seorang auditor dipandang tidak ada atau berkurang adalah :
1.  Memiliki hutang kepada perusahaan yang diperiksanya
2.  Sebagai underwriter perusahaan yang diperiksanya
3.  Tidak memiliki kompetensi terhadap obyek yang diperiksanya
4.  Mempunyai hubungan keluarga dengan pemilik perusahaan

109. Dalam melakukan Pemeriksaan, pedoman utama yang harus selalu digunakan oleh akuntan publik adalah :
1.  Standar Profesional Akuntan Publik
2.  Standar Akuntansi Keuangan
3.  Kode Etik Akuntan
4.  Peraturan-peraturan yang ditetapkan pemerintah

110. Keterbatasan pemeriksaan oleh auditor terhadap laporan keuangan klien yang telah diperiksa yaitu :
1.  Adanya batasan yang bersifat ekonomis
2.  Mampu mencegah tindakan kolusi
3.  Batasan dari kerangka kerja akuntansi
4.  Tidak ada keterbatasan yang bersifat ekonomis

111. Kantor Akuntan Publik Alwansyah  & Rekan melakukan pemeriksaan pada PT”TIMIS” . Saham PT “TIMIS”  30 % (mayoritas) adalah milik Alwansyah. Apakah Kantor Akuntan Publik Alwansyah dianggap melanggar apabila melakukan pemeriksaan terhadap PT “TIMIS” ?
1.  Melanggar Kode Etik Akuntan pasal 12
2.  Melanggar Kode Etik Akuntan pasal 13
3.  Melanggar Standar Umum yang pertama
4.  Melanggar Standar Umum yang kedua

112. Dibawah ini termasuk bukti pemeriksaan :
1.  Pengendalian Intern
2.  Faktur Penjualan
3.  Konfirmasi
4.  Faktur pembelian

113. Pernyataan dibawah ini yang tidak benar adalah :
1.  Prosedur pemeriksaan inspeksi menghasilkan bukti phisik
2.  Prosedur pemeriksaan pengusutan menghasilkan bukti konfirmasi
3.  Prosedur pemeriksaan observasi menghasilkan bukti phisik
4.  Prosedur pemeriksaan wawancara menghasilkan bukti dokumenter

114. Dibawah ini termasuk kelompok bukti pendukung pemeriksaan :
1.  Cek
2.  Catatan rapat
3.  Konfirmasi
4.  Pernyataan manajemen

115. Pengujian subtantive atas transaksi dan saldo , dirancang untuk membuktikan :
1.  Tidak adanya penggelapan
2.  Validitas perlakuan akuntansi
3.  Internal Control yang cukup baik
4.  Keabsahan perlakuan akuntansi

116.






117.












118.






119.






120.

Seorang akuntan harus memiliki sikap mental independen , hal ini diatur dalam
1. Standar Umum yang ke satu
2. Kode Etik Akuntan pasal 19, 20
3. Standar Umum yang ke dua
4. Kode Etik Akuntan pasal 12, 13, 14

Faktor-faktor utama perlunya kewajiban hukum terhadap akuntan publik adalah karena alasan :
1. Meningkatnya kesadaran para pemakai laporan keuangan akan tanggung jawab akuntan publik.
2. Bertambahnya kesadaran pihak securities dan Exchange commision akan tanggung jawabnya dalam melindungi kepentingan investor.
3. Makin rumitnya auditing dan akuntansi yang disebabkan oleh adanya faktor-faktor seperti semakin besarnya perusahaan, adanya keragaman komputer dan keragaman dari operasi usaha.
4. Masyarakat semakin dapat menerima gugatan - gugatan oleh pihak-pihak yang dirugikan.

Bagian yang terdapat dalam laporan auditor Disclaimer of opinion report adalah :
1. Paragraf pendahuluan
2. Paragraf Ruang lingkup
3. Paragraf tambahan
4. Tanggal Laporan

Faktor-faktor yang mempengaruhi keandalan bukti pemeriksaan adalah :
1. Sumber bukti
2. Struktur pengengalian intern
3. Tipe bukti
4. Cara untuk memperoleh bukti

Bukti dokumenter dibawah ini yang kompetensinya paling tinggi adalah
1. Jawaban konfirmasi Piutang dari debitur
2. Jawaban konfirmasi Bank
3. Faktur dari pemasok yang disimpan dalam arsip klien
4. Faktur penjualan


III. Untuk soal No. 50 s/d 100 Pilihlah :
A.  Jika jawaban 1, 2, dan 3 betul.
B.  Jika jawaban 1 dan 3 betul.
C.  Jika jawaban 2 dan 4 betul.

D.  Jika jawaban 1, 2, 3 dan 4 betul. (Jika jawaban 4 betul



IV. Untuk soal No. 151 s/d 200 Pilihlah :
A.  Jika pernyataan (a) benar dan pernyataan (b) benar dan keduanya mempunyai hubungan.
B.  Jika pernyataan (a) benar dan pernyataan (b) benar tetapi keduanya tidak mempunyai hubungan.
C.  Jika salah satu dari kedua pernyataan salah.
D.  Jika kedua pernyataan salah .


151.




152.




153.






154.








155.




156.


Jawaban konfirmasi bank adalah bukti dokumenter yang memiliki kompetensi rendah.
Sebab jawaban konfirmasi bank adalah bukti dokumenter yang berasal dari pihak luar dan diterima langsung oleh Akuntan.

Kantor Akuntan Publik yang memberikan kliennya kepada Kantor Akuntan Publik lain untuk memperoleh imbalan dianggap melanggar Kode Etik Akuntan.
Dalam Kode Etik Akuntan pasal 18 mengungkapkan bahwa tidak diperkenankan membayar imbalan untuk memperoleh pekerjaannya.

Pemeriksaan dokumen pendukung adalah pemeriksaan yang meliputi inspeksi terhadap dokumen-dokumen yang mendukung suatu transaksi atau data keuangan untuk menentukan kewajaran dan kebenarannya.
Dalam pemeriksaan dokumen pendukung dapat menghasilkan tipe bukti Fisik.

Untuk melaksanakan pemeriksaan auditor harus mempunyai sikap profesioanal.
Perlunya sikap profesional di atur dalam standar auditing pada standar umum yang ke tiga dan Kode Etik Akuntan pasal 16.

Hasil penilaian struktur pengendalian intern sangat mempengaruhi
tehadapat keandalan bukti.
Baik tidak nya hasil penilaian struktur pengendalian intern dapat   menunjukkan kondisi yang terjadi dalam kegiatan perusahaan.






SUMBER : haryramadhon.files.wordpress.com